Back to Home

Chiropractic untuk Wanita

Perawatan masalah kesehatan wanita yang disebabkan hormon dan anatomi tubuh.

Tubuh wanita rentan akan masalah kesehatan dan tantangan karena adanya fluktuasi hormonal dan fisiologi tubuh yang unik yang memungkinkan mereka dapat melahirkan anak. Maka dari itu wanita kerap mengalami sakit kepala, sakit punggung, kembung dan pembengkakan, ditambah lagi kekakuan otot dan kelelahan sebagai wanita aktif. Selain itu wanita lebih sering  berjuang melawan obesitas dan diabetes daripada pria. Wanita sekarang mengalami peningkatan risiko stroke pertengahan hidup dan serangan jantung. Wanita yang lebih tua memiliki insiden yang lebih tinggi Alzheimer dan osteoporosis daripada pria.

Chiropractic merupakan sebuah pilihan yang mudah bagi wanita untuk mengatasi masalah di atas. Chiropractic dapat membantu ovarium, oviducts (tubes), uterus, cervix, vagina dan bagian lainnya berfungsi menjadi lebih baik. Hubungan antara susunan tulang belakang, sistem reproduksi, sistem saraf, sistem endokrin (sistem hormonal), dan kesehatan secara keseluruhan sangatlah erat.

Tidak sedikit wanita yang semula mengunjungi dokter chiropractic mereka hanya untuk melakukan koreksi tulang belakang, justru malah mengalami perubahan yang membaik pula dalam masa menstruasi mereka dan masalah ginekologi lainnya ketika mereka sudah dikoreksi. Perilaku “Jika tidak sakit kepala, saya tidak perlu ke dokter chiropractic” merupakan kesalahan pemikiran yang serius. Hal ini dapat terjadi karena ketidaktahuan mereka bahwa ruang lingkup perawatan chiropractic sebenarnya adalah tubuh mereka secara keseluruhan.

Selama bertahun-tahun, banyak wanita yang menderita dari berbagai jenis masalah di pinggul dan masalah ginekologi-termasuk sakit, proses menstruasi, pendarahan, disfungsi seksual- telah menemukan manfaat alami yang dapat diberikan melalui perawatan chiropractic.
Menopause adalah kondisi yang secara alami terjadi pada wanita, namun beberapa dokter menganggapnya sebagai suatu penyakit. Oleh karena itu wanita sering kali dianggap sebagai subjek untuk mencoba berbagai terapi obat seperti terapi penggantian hormon atau hormone replacement therapy (HRT)-yang mungkin ada efek samping yang berbahaya, termasuk kanker payudara dan masalah jantung. Itulah mengapa jauh lebih aman untuk melalukan pendekatan yang alami ketika berhadapan dengan gejala-gejala menopause.