Banyak orang mengatakan sakit lutut, tetapi sebenarnya apakah sakit lutut itu? Sendi lutut termasuk organ yang rentan mengalami kerusakan dan nyeri, karena fungsinya dalam menopang berat tubuh, terutama pada saat seseorang melompat atau berlari. Nyeri pada sendi lutut dapat dialami oleh semua orang dari segala usia.

Gejala yang muncul pada sakit lutut berbeda beda karena penyebabnya tidak sama. Beberapa gejala pada sakit lutut di antaranya: Pembengkakan, lutut terasa kaku tidak bisa diluruskan, bunyi gemeretak pada lutut, kulit daerah lutut kemerahan dan hangat, Sendi lutut tidak stabil atau lemas, tidak bisa menahan beban tubuh, demam, hingga perubahan bentuk lutut. Sebenarnya sebagian besar sakit pada lutut yang terjadi dapat ditangani sendiri di rumah.

Penyebab umum sakit lutut

Sebaliknya, ada juga beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan medis (misalnya melalui operasi), terutama pada kasus sakit pada lutut yang menyebabkan nyeri berkepanjangan, kerusakan pada sendi, atau bahkan cacat jika tidak ditangani secara khusus.

Persendian lutut termasuk bagian tubuh yang rentan mengalami kerusakan serta rasa nyeri. Mengingat fungsinya untuk menopang berat tubuh, maka berat badan berlebihan atau obesitas akan meningkatkan risiko seseorang mengalami sakit pada lututnya. Begitu pula dengan jenis olahraga tertentu seperti sepak bola atau basket. Beberapa kondisi kesehatan dapat juga menjadi penyebab sakit pada lutut, seperti penyakit osteoarthritis, penyakit asam urat, atau tendonitis, perdarahan pada sendi, infeksi (artritis septic) serta penyakit autoimmune (Rheumatoid arthritis).

Penanganan darurat pada lutut

Pada tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien. Misalnya dengan memeriksa pembengkakan pada lutut dan batas maksimal gerakan dari lutut yang sakit. Pemeriksaan lebih mendetail kemudian akan dianjurkan guna mendiagnosis penyebabnya, seperti foto Rontgen, USG, CT scan, atau MRI. Melalui pemeriksaan tersebut dapat dilihat kondisi tulang serta sendi pada lutut pasien. Pemeriksaan darah dapat disarankan apabila dokter menduga sakit lutut pasien disebabkan oleh infeksi atau kondisi medis lain, misalnya penyakit rematik, asam urat (gout).

Pengobatan diberikan setelah mengetahui penyebab sakit lutut. Misalnya: Obat-obatan, seperti analgesik guna meredakan sakit, atau suntikan kortikosteroid, pelumas sendi, Fisioterapi untuk melatih dan menguatkan otot, Operasi untuk menangani cedera. Atau operasi untuk mengganti tempurung lutut (pada kasus degenerasi sendi). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk mempercepat pemulihan sekaligus mencegah komplikasi. Langkah-langkah tersebut meliputi: Banyak istirahat agar lutut terhindar dari tekanan sehingga cedera dapat pulih lebih cepat, Mengompres lutut dengan es (untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan), kompres es dilakukan selama 15-20 menit setiap 3-4 jam selama 2-3 hari sampai rasa sakit hilang. Meminimalisasi gerakan pada lutut, misalnya dengan menggunakan bebat elastis untuk menyokong persendian dan mengontrol bengkak., Menaruh kaki yang cedera pada posisi lebih tinggi (letakkan kaki di atas bantal) untuk mengurangi pembengkakan.

Rasa nyeri serta cedera pada lutut dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana, misalnya dengan selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga serta peregangan setelahnya, menggunakan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki serta dapat menyangga kaki dengan baik pada saat olahraga, dan menghindari jenis olahraga atau aktivitas yang berpotensi mengakibatkan cedera. Jika Anda ingin meningkatkan intensitas dan frekuensi olahraga, lakukanlah secara bertahap.

Cedera pada lutut

Sebelum benar-benar pulih, disarankan bagi para penderita sakit pada lutut untuk menghindari berbagai aktivitas berat. Pasien dapat kembali melakukan aktivitas normal saat tidak lagi dirasakan sakit pada lutut pada kondisi apapun. Cegah sakit pada lutut dengan segera menghentikan kegiatan yang menekan lutut saat rasa sakit terjadi. Selalu lakukan peregangan sebelum dan sesudah aktivitas fisik.