Melihat anak kita berangkat ke sekolah dengan semangat tentunya membuat kita sebagai ibu mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Sebagai ibu tentunya kita membayangkan kegiatan anak kita disekolah merupakan hal yang menyenangkan untuk mereka karena mereka dapat belajar dan bermain.

Tetapi tahukah ibu? Beban pelajaran yang diterima anak-anak di sekolah semakin hari semakin berat, mata pelajaran yang semakin beragam dan buku yang banyak sehingga membuat buku serta keperluan lainnya semakin banyak, maka otomatis beban yang perlu dibawa dalam tas sekolah meningkat. Beban bawaan yang berat ini, terutama yang dibawa dalam tas punggung (ransel) dapat mengakibatkan berbagai cedera dan akan mengganggu masa depan anak kita.

Tas Sekolah yang teramat berat
Sakit Karena beban berat tas sekolah

Pemakaian tas yang berat dapat menyebabkan sakit punggung kronis (berkelanjutan) yang membuat postur tubuh anak membungkuk dan dapat mengganggu masa depan anak kita. Hal yang paling sering adalah karena beban tas sekolah yang terlalu berat terutama tas dengan model selempang (digantung di satu bahu) ataupun pemakaian tas ransel yang hanya sebelah atau pada salah satu sisi bahu saja.

Hasil survei menyebutkan lebih dari 88 persen anak di usia 7-13 tahun membawa beban 45 persen lebih berat dari berat badan anak tersebut. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan masalah punggung yang tidak dapat disembuhkan, bukankah ini bisa membuat masa depan anak kita menjadi lebih buruk?

Jika anak pada usia sekolah mulai merasa sakit pada punggungnya, maka anak itu berpotensi mengalami masalah punggung sepanjang hidupnya. Beban yang berlebih membuat tekanan yang kuat pada otot, jaringan ikat, dan sendi. Perlu diketahui bahwa punggung sangat sensitif dengan ketegangan otot. Akibatnya, kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan berkurang dan gerakan menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan postur tubuh berubah sehingga tubuh menjadi bungkuk, baik ke depan (hyperkyposis) atau ke samping (skoliosis).

Sebagai orang tua tentunya kita ingin masa depan anak kita lebih baik bukan? Children’s School Bag Act 2006 menyebutkan beban tas anak sekolah seharusnya tidak lebih dari 10 persen berat badan anak. Menggunakan tas yang memiliki berat melebihi berat badan dapat mengganggu pertumbuhan anak. Tulang dalam proses pertumbuhan akan mengalami gangguan apabila mengangkat beban lebih berat dari berat badannya. Anak – anak hanya dapat mengangkat suatu benda hanya sekitar 10% – 20% dari berat tubuh.

Masalah yang akan dialami anak jika membawa beban tas sekolah terlalu berat di antaranya adalah pergeseran tulang sendi (subluksasi), rematik, spondylolisthesis (pergeseran tulang belakang), nyeri pinggang, kondisi degeneratif (penuaan) yang terlalu cepat pada tulang belakang hingga skoliosis. Skoliosis merupakan penyakit pada tulang punggung yang membengkok ke kanan atau ke kiri.

Gangguan yang terjadi pada masa tua

Selain mengakibatkan skoliosis dan bungkuk (hyperkyposis), membawa tas berat dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan nyeri dan sakit pada punggung hingga leher dan sakit kepala. Hal ini dapat terjadi pada saat dewasa sebab kondisi tulang yang sudah tidak begitu kuat dan semakin kakunya otot. Penurunan kepadatan tulang juga akan memperparah kondisi pasien. Oleh sebab itu, mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalsium dan vitamin D, K dapat menguatkan tulang serta mengembalikan kepadatan tulang di usia tua.

Cara mengatasi sakit nyeri punggung dapat dilakukan dengan merelaksasi otot di area tulang belakang. Caranya dengan meregangkan otot (stretching), mengompres dengan air hangat, memijat atau fisioterapi. Bila cara tersebut tidak mampu mengurangi keluhan maka perlu dilakukan pemeriksaan baik fisik ataupun penunjang seperti radiology (xray tulang belakang) dan pemeriksaan melalui dokter di Citylife Sehat yang terbiasa menangani kasus seperti ini.

    ACA (American chiropractic Association) menyarankan hal berikut ini untuk mencegah sakit pinggang pada anak-anak dan remaja:

  • Pastikan berat tas sekolah tidak melebihi 10% berat badan anak. Pilihlah tas yang terbuat dari kanvas atau vinil karena lebih ringan ketimbang material dari kulit. Berat tas yang melebihi 10% berat tubuh akan memberi beban yang besar di leher, punggung, dan otot.
  • Pada remaja berat tas sekolah tidak boleh melebihi 15% berat badan.
  • Tas ransel tidak menggantung lebih dari 10 cm di bawah pinggang.
  • Pastikan barang yang tajam ataupun besar ditaruh sejauh mungkin dengan tubuh. Tas yang besar tidak selalu lebih baik karena anak-anak cenderung memasukkan barang lebih banyak pada tas yang lebih besar sehingga lebih berat.
  • Pastikan anak menggunakan kedua tali bahu tas ransel.
  • Tali bahu tas ransel yang baik adalah yang lebar.
  • Bantalan pada bagian tas yang bersentuhan dengan punggung sangat bermanfaat untuk memberikan batas antara punggung dan isi tas.
  • Untuk memilih ukuran tas sebaiknya pilih sesuai tipe tubuh Anda. hindari tas besar dan berat jika postur tubuh anda pendek dan langsing.
Pemakaian tas yang benar

Pemilihan tas yang salah bukan hanya terjadi pada anak anak tetapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Jika Anda tipe orang yang sering membawa banyak barang saat bepergian sebaiknya pilih tas yang memiliki banyak kompartemen sehingga berat bisa rata. Letakkan benda yang paling berat di bagian paling bawah. Untuk menghindari gangguan pada tulang, sebaiknya bawalah tas yang di dalamnya terisi barang yang memang sangat diperlukan saja dan gunakan tas tersebut secara bergantian dengan bagian bahu lainnya.