bone10

Kita semua terkadang memiliki kebiasaan (habit) yang buruk. Kini saatnya untuk mengubah kebiasaan buruk yang dapat merugikan kesehatan tulang belakang anda. Kebiasaan buruk tersebut dapat mengakibatkan sakit pinggang, leher dan punggung, hingga keluhan lain berupa sakit kepala, migraine, kesemutan ataupun baal.

Berikut adalah beberapa kebiasaaan buruk yang dapat merusak tulang belakang:

  1. Memutar tubuh saat mengangkat beban.

Banyak orang melakukan kesalahan saat mengangkat barang dari lantai. Kita lupa untuk memperhatikan posisi tubuh dan postur yang baik sehingga gerakan tersebut dapat mencederai tulang belakang.

Saat mengangkat benda dari lantai, dekatkan tubuh anda dengan barang tersebut, tekuk kedua lutut dan peluk benda tersebut dengan erat, angkat dengan posisi tulang belakang tegak, jangan membungkuk. Saat meletakkan benda, dekatkan tubuh dengan lokasi dimana anda akan menaruh benda tersebut. Tekuk kedua lutut saat akan menaruh benda.

  1. Postur yang buruk

clavicle-posture-croset-back-shoulder-neck-brace-support-belt-shoulder-bandage-correcteur-posture-corrector-scoliosis

Seberapa sering anda memperhatikan postur anda? Sebagian besar orang hampir tidak pernah memperhatikan posturnya. Postur buruk, contohnya: bahu yang maju dan berputar ke depan (rounded shoulder), kepala menunduk, lutut yang terlalu lurus / hyperekstensi. Postur buruk akan memberikan beban berlebih pada tulang belakang yang bekerja sebagai penyangga tubuh.

Postur yang baik akan menjaga agar beban pada tulang belakang tetap seimbang dan menghindari terjadinya stress berlebih pada tulang belakang. Stress berlebih pada tulang belakang memicu terjadinya penuaan dini pada tulang belakang (degenerasi) dan mengarah pada beberapa kondisi penyakit seperti sakit pinggang, sakit leher dan punggung, saraf kejepit, sakit kepala, dan migraine.

Posture yang baik saat berdiri adalah kedua telapak kaki tidak terlalu rapat saat berdiri, lutut lurus, dagu dimasukkan ke dalam, bukan mendongak, bahu didorong berputar ke belakang. Selalu jaga dan perbaiki postur anda setiap hari pada saat aktivitas.

  1. Kurang berolahraga, kelebihan berat badan (Obesitas).

obesitasGaya hidup di kota besar membuat kita kurang bergerak. Seluruh aktivitas dilakukan di dalam ruangan, duduk dalam waktu yang lama. Hal ini akan mencederai tulang belakang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak berolahraga secara teratur mengalami obesitas (kegemukan) dan lebih cenderung mengalami nyeri dan cedera tulang belakang.

Untuk mencegah hal ini maka disarankan untuk lebih sering bergerak dan berolahraga secara teratur. Masukkan olahraga sebagai bagian dari aktivitas rutin sehari hari. Hal ini akan menjaga kesehatan tulang belakang dan menjauhkan anda dari penyakit akibat kegemukan seperti jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol tinggi.

  1. Acuh / cuek terhadap rasa sakit.

pain-signal-diagramRasa sakit merupakan signal yang diberikan oleh tubuh akan adanya sesuatu yang tidak berfungsi dengan baik di dalam tubuh. Tidak ada seorang pun yang suka atau ingin berobat ke dokter, tetapi bila sakit yang dirasakan semakin sering dan rutin maka rasa sakit tersebut tidak boleh diacuhkan. Jika rasa sakit tersebut menjadi semakin sering dan telah dirasakan dalam jangka waktu yang lama maka sudah saatnya kita mencari dokter dan mencari solusi / pengobatan yang tepat. Pada beberapa kasus ada cara yang dapat ditempuh tanpa harus melalui tindakan operasi ataupun obat obatan. Sebaliknya bila rasa sakit tersebut diacuhkan dan dibiarkan maka akan berubah menjadi semakin parah dan mengakibatkan hal yang serius dan berbahaya.

 

  1. Merokok

degenerative-disc-diseaseMerokok seperti yang telah diketahui memiliki banyak efek buruk terhadap tulang belakang. Nikotin yang terdapat didalam rokok akan memblokir transportasi oksigen dan nutrisi penting ke bantalan sendi (disc) dari tulang belakang. Nikotin juga mnerangsang terjadinya proses inflamasi / peradangan pada bantalan sendi. Bila bantalan sendi kekurangan oksigen dan mengalami peradangan maka bantalan sendi tersebut tidak mampu untuk memperbaiki dirinya sendiri (self healing) pada saat cedera dan cenderung lebih mudah untuk kolaps pada usia yang lebih dini dibandingkan orang yang tidak merokok. Hal ini akan menjadi penyebab dari penyakit degeneratif pada bantalan sendi yang akan menyebabkan sakit pinggang kronis dan saraf terjepit. Lebih lanjut lagi akan membutuhkan terapi hingga tindakan operasi. Pada perokok juga didapatkan bahwa tingkat kecepatan kesembuhan lebih lama dan tingkat kegagalan kesembuhan lebih tinggi.

Click edit button to change this code.