Tujuh dari sepuluh wanita di Indonesia tidak sadar atas pentingnya sebuah dukungan yang tepat untuk badan mereka, terutama menyangkut payudara yang merupakan aset dan kebanggaan bagi seorang wanita.

pic1

Pemilihan bra yang tepat juga mesti menjadi perhatian karena payudara wanita bisa berubah ukuran pada saat tertentu, misalnya memasuki masa remaja dan dewasa, berat badan yang berubah, kehamilan, ataupun melahirkan. Bra yang tidak sesuai dengan bentuk payudara hanya akan membuat anda merasa tak nyaman dan dapat mengganggu kesehatan. (PIC 1)

 

 

bra size chart

pic3

Kenali bentuk payudara anda, agar model bra dapat menopang payudara dengan baik dan anda lebih nyaman memakai bra.  Tipe payudara terbagi menjadi bentuk ceper, bulat pir, setengah bulat, pepaya dan panjang. Sementara model cup bra terdiri dari setengah cup, tiga perempat cup, full cup. Busa pada bra juga terbagi menjadi beberapa tipe, seperti tipis, sedang, tebal. Ukuran bra ditentukan oleh lingkaran badan dan cup. Kalau lingkaran badan sudah cocok, tapi ukuran cup tidak cocok, maka bisa diatasi dengan penambahan busa.  (PIC 2)

pic2

Pemakaian bra selain mempengaruhi penampilan, juga kesehatan tulang belakang.

Bila pemakaian bra kurang menyangga payudara, maka dapat menyebabkan sakit pada tulang belakang. Bila hal ini terus-menerus dibiarkan, lama-kelamaan akan menyebabkan risiko, seperti gangguan otot leher belakang, leher bawah, dan pinggang atas. Gangguan pada tulang belakang juga berdampak pada masalah yang sering ditemui sehari-hari. Seperti tangan terasa kesemutan, nyeri pada tangan dan punggung, sakit kepala, yang jika dibiarkan terus-menerus akan berakibat fatal. (PIC  3)

pic6

Payudara merupakan bagian tubuh yang lembut dan sensitif karena tidak mengandung massa otot dan kelenjar. Penopang utama payudara adalah tulang iga dan tulang dada yang brehubungan langsung dengan tulang belakang. Penggunaan bra yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada payudara. Bila bra terlalu ketat maka payudara akan tertekan sehingga menghalangi sirkulasi darah dan menyebabkan iritasi. Sebaliknya bila bra terlalu longgar, payudara akan menggantung karena kurang ditopang. Juga perlu menyesuaikan bra dengan aktivitas atau kegiatan sehari-hari, misalnya saat olahraga, memerlukan sportbra., saat menyusui membutuhkan bra menyusui. (PIC 4)

 

pic5Efek jangka pendek bila menggunakan bra yang salah adalah rasa tidak nyaman hingga nyeri pada tulang belakang, tulang punggung, atau tulang belikat dan leher. Hal ini dapat terjadi terutama pada perempuan dengan payudara besar. Dalam 1-2 tahun memang belum terasa dampaknya, namun 5-6 tahun ke depan akan mulai terasa efeknya. Seperti postur yang tak lagi proporsional karena kelengkungan tulang belakang tak normal (skoliosis) atau postur membungkuk (hyperkyposis). Pemakaian bra sebagai penopang payudara yang tak sesuai ukuran akan memberikan beban tambahan yang besar kepada tulang belakang. Bahkan dampak fatalnya bisa operasi dan lumpuh karena saraf terjepit sebagai akibat kelengkungan tidak normal pada tulang belakang dan rusaknya struktur tulang belakang. (PIC 5)

Oleh sebab itu sangatlah penting diperhatikan, pada saat membeli bra, jangan sungkan mencoba terlebih dahulu.

Jangan hanya mengandalkan pada ukuran yang biasa dipakai karena setiap model atau pun merek bisa berbeda ukurannya. Pemilihan material dan bahan bra, serta ketebalan tali penunjang bra juga butuh disesuaikan dengan ukuran payudara dan besar tubuh pasien. Semakin besar payudara, maka disarankan memakai tali penunjang bra yang lebih lebar. Pemakaian bra dengan atau tanpa kawat juga mempunyai fungsi tertentu yang perlu disesuaikan. Ukuran payudara yang besar perlu ditopang dengan bra berkawat, sementara pada ibu hamil dan menyusui pemakaian bra berkawat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman karena kondisi payudara yang lebih sensitif.