Kesehatan punggung dan tulang belakang kerap terabaikan karena gaya hidup kita sehari-hari. Pengabaian tersebut meningkatkan keluhan seperti sakit pinggang, sakit kepala, dan saraf kejepit.

Sakit pinggang dan gaya hidup sehat
Kesehatan tulang belakang harus kita utamakan karena di dalam tulang belakang terdapat saraf tulang belakang yang berfungsi sebagai komunikator utama antara otak dengan seluruh tubuh. Gangguan pada tulang belakang Anda dapat menyebabkan iritasi saraf yang dapat menimbulkan sakit pinggang bahkan saraf kejepit atau HNP.

Postur duduk pada era sekarang menjadi postur utama dalam kegiatan sehari-hari kita. Oleh sebab itu, menjaga postur duduk yang baik sangatlah penting. Postur duduk yang salah dapat menyebabkan cedera otot kronis sehingga apabila dipicu oleh penyebab seperti jatuh atau mengangkat barang berat dapat menyebabkan sakit pinggang bahkan saraf kejepit. Dengan postur duduk yang benar, cedera tulang belakang dapat dikurangi dan bahkan dicegah.

Cedera olah raga dan sakit pinggang
Cedera pada tulang belakang pada umumnya diakibatkan oleh gerakan yang salah contohnya ketika kita berolahraga. Selain mempelajari posisi dan gerakan yang baik dari olah raga, juga tak kalah penting untuk menjaga stabilitas tulang belakang Anda.

Tulang belakang merupakan kerangka penopang tubuh Anda yang utama. Semua gerakan tubuh mulai dari berjalan, melompat, maupun tidur selalu ditopang oleh tulang belakang. Tanpa adanya stabilitas pada otot dan tulang belakang membuat Anda lebih rentan mengalami cedera saat berolahraga.

Profesi chiropractic dan manfaatnya
Chiropractic mulai berkembang di Amerika Serikat sejak 1895. Chiropractic adalah ilmu kedokteran komplementer yang mengutamakan koreksi sendi tulang belakang dengan menggunakan tangan, dengan tujuan mengoptimalkan fungsi gerak sendi tubuh. Chiropractic mempunyai pedoman bahwa tubuh mempunyai kapasitas untuk ‘menyembuhkan dirinya’ (self-healing). Saat ini, riset dan pengembangan teknik chiropractic sudah berkembang pesat.

Terapi chiropractic dapat diberikan mulai dari bayi hingga usia lanjut, bukan hanya bagi yang mempunyai keluhan saja namun juga sebagai gaya hidup. Bagi mereka yang tidak mempunyai keluhan, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan tulang belakang setiap 6 bulan guna mencegah potensi keluhan yang akan timbul di kemudian hari. Pemeriksaan rutin 2 kali dalam setahun juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup, karena fungsi tulang belakang yang optimal membuat Anda dapat melakukan aktifitas apapun dengan lebih baik.

Sumber: Goodlife Magazine Edisi 35/2014