Chiropratic, pengobatan komplementer yang sudah ada di Indonesia.

Hati-hati dengan sejumlah gangguan tak nyaman pada tubuh anda. Jangan-jangan, itu merupakan gejala yang bisa mengarah pada penyakit serius. Leher terasa tegang, migren yang berkelanjutan, otot-otot terasa kaku, nyeri di area punggung bawah, kelelahan tanpa sebab, leher sukar digerakkan secara fleksibel, bahkan maag dan stres terus-menerus. Meski sejumlah obat sudah anda telan, tapi kesembuhan tak kunjung datang. Padahal dengan hanya menjalani terapi chiropractic, di mana chiropractor melakukan koreksi (adjustment) pada titik-titik tertentu pada tulang belakang, penyakit tidak saja sembuh, melainkan tubuh menjadi bugar dan sehat. Tanpa menelan obat apapun pula!

Pengobatan komplementer yang efektif!

Chiropractic, dibaca “kairopraktik”, merupakan pengobatan komplementer yang kini kian dilirik banyak profesional perkotaan sebagai alternatif pengobatan. Melalui tangan seorang chiropractor yang mengoreksi titiik-titik tertentu pada tulang belakang pasien, sejumlah keluhan pun teratasi. Berbeda dengan metode pemijatan tradisional atau refleksi, seorang chiropractor melibatkan sejumlah alat modern dalam mendiagnosa pasiennya. EMG (electro muscular graphy) untuk membetulkan saraf-saraf otot. Spidometri untuk pemeriksaan saraf-saraf sensorik yang terdapat di tulang belakang yang mengalami iritasi. Sedangkan laser dan mesin ultrasonografi untuk mengurangi peradangan sendi.

Praktek chiropractic inilah yang dilakukan dr. Tinah Tan di kliniknya. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta ini tidak saja seorang chiropractor terkemuka, di Indonesia ia juga seorang pionir di bidangnya.

Mengapa terapi ini bisa menjadi pilihan pengobatan yang efektif? “Teknik ini membuat sistem tubuh mengobati dirinya sendiri, dengan cara pembetulan posisi tulang-tulang belakang yang akan membuat saraf-saraf tubuh bekerja maksimal dalam menerima respon ketidakberesan sistem tubuh. Dengan respon yang lebih baik, maka tubuh dengan mudah akan menyembuhkan ketidakberesan yang terjadi. Ini merupakan dasar filosofi terapi chiropractic,”ungkap dokter yang juga peraih gelar bachelor chiropractic dari Royal Melbourne Institute of Technology, Australia ini. ”Jika obat seringkali hanya mengobati rasa sakitnya semata, maka dengan chiropractic akan membantu saraf-saraf mengontrol organ-organ tubuh yang sakit – organ tubuh, organ kaki, dan organ pergerakan – dengan efek yang akan membuat tubuh pasien rileks. Ini tidak saja sebuah terapi fisik, tetapi juga terapi rasa yang menyamankan tubuh,”jelasnya lagi.

Di kliniknya, Citylife Chiropractic yang berada di Jakarta, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk-sejumlah pasien biasa datang dengan berbagai keluhan. Dalam beberapa hari sembuh dari keluhannya hanya dengan satu hingga tiga kali sesi pertemuan. “Setelah mendengar keluhan pasien, biasanya saya akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk mengetahui fungsi sendi atau pergerakan otot dan saraf. Jika pemeriksaan menunjukkan subluksasi, yakni bergerak tidak normal, maka akan dilakukan koreksi secara chiropractic. Koreksi dimaksudkan untuk membantu tulang dan sendi normal, sehingga akan menormalkan gerakan, menghilangkan iritasi, dan organ-organ yang malfungsi dikoreksi akan bisa berfungsi kembali dengan baik,”jelasnya panjang lebar.

Yang bisa disembuhkan dengan Chiropractic!

Sejumlah penyakit berikut bisa secara efektif diatasi dengan terapi chiropractic, dengan cakupan yang bisa sangat luas. Sakit kepala, terutama di sekitar tengkuk dan dahi. Sakit pinggang, baik yang menjalar sampai kaki atau tidak. Kesemutan, maag, migren, susah tidur, nyeri di sekitar bahu dan bahu bagian belakang. Ketidakberesan tulang sendi, nyeri di bagian belakang lengan dan kaki, sciatica (nyeri atau kaku di bagian bokong), perut kembung, kerusakan pada persendian, dan lutut yang sakit.

Sejumlah keluhan pada anak juga bisa begitu efektif dengan terapi ini. Terlalu sering mengompol, berjalan jinjit, sembelit, susah makan dan selalu rewel. Pencegahan epilepsi juga ditengarai efektif dengan terapi chiropractic.