Alami Tulang Belakang Bengkok Apakah Ada Solusinya ?

tulangbelakangbengkoknews

Sekitar 2 tahun lalu, saya mulai merasakan sakit di punggung. Awalnya saya mengira karena terlalu capek saja setelah seharian berdiri, karena saya bekerja di salon. Tapi semakin lama rasa sakit yang saya rasakan makin parah. Apalagi setelah menikah dan hamil. Dari posisi tidur mau bangun, sakitnya minta ampun. Tidur pun saya harus miring ke kiri, karena kalau miring ke kanan sakitnya sangat terasa.

Setelah diperiksakan ke dokter dan di-rotngen, diketahui ternyata saya mengalami skoliosis, tulang yang bengkok itu berasa di tulang lumbalis, posisi 2,3,4,5, membengkok ke arah kanan. Menurut dokter, pembengkokan tulang itu akibat dari kebiasaan (salah posisi duduk, tidur, dan sebagainya) tapi seingat saya, memang saya pernah mengalami kecelakaan dengan posisi jatuh terduduk.

Solusi saat ini hanya diurut pelan dan diolesi pereda nyeri seperti counterpain. Biasanya sih, bangun pagi sudah tidak terlalu terasa sakit, tapi setelah pulang kerja sakitnya kumat lagi.

Saya ingin tahu, mungkinkah posisi tulang saya yang membengkok ini dikembalikan ke posisi normal? Atau, adalah cara untuk meringankan rasa sakit yang saya alami sekarang ini? Terapi semacam apa yang sebaiknya harus saya jalani untuk mengatasi masalah ini? Terima kasih.

– Prapti, Yogyakarta

tinah3Dr. Tinah Tan, B. Med, B.App.Sc, B.Chiro.Sc, FICC Medical Director Citylife Chiropractic

Dr. Tinah Tan, B. Med, B. App.Sc, B. Chiro.Sc, FICC – Medical Director Citylife Chiropractic

Skoliosis yang dikenal dengan tulang belakang yang bengkok dapat terjadi di sepanjang tulang belakang, di bagian leher (cervical), punggung (thoracal), dan pinggang (lumbal). Kasus terbanyak skoliosis biasanya ditemukan pada bagian thoracal dan umumnya skoliosis thoracal ini lebih mudah diketahui lebih awal.

Pada kondisi Ibu Prapti, dimana skoliosis pada lumbal (L2-5) yang membengkok ke arah kanan mungkin baru terdeteksi setelah mengalami ketidaknyamanan pada tubuh yaitu merasa sakit bila terlalu capek.

Penyebab sakit pada skoliosis dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan struktur dan kerja otot, persedian yang kaku dan tidak bergerak, ataupun sakit yang disebabkan oleh saraf yang melewati tulang belakang. Jenis sakitnya pun akan berbeda-beda. Sakit terasa seperti pegal dan lebih terasa setelah bekerja biasanya disebabkan oleh faktor otot. Sakit yang disebabkan persendian yang tidak bergerak, akan lebih terasa seperti kaku pada waktu melakukan pergerakan. Dapat pula terasa sakit yang seperti menusuk yang disebabkan oleh terjepitnya saraf tulang belakang. Otot, sendi dan saraf bekerja bersama-sama untuk menopang tubuh sehingga bila salah satu terganggu akan mengganggu struktur yang lain. Penting untuk mengetahui sumber sakit sehingga penanganan akan lebih spesifik dan efektif.

Apakah posisi tulang belakang yang bengkok dapat dikembalikan ke posisi normal? Tentunya tergantung dari banyak faktor, seperti: seberapa parah derajatnya, berapa banyak sendi yang terlibat, apakah ada kondisi lain seperti pergeseran pada tulang belakang, dan penyebab terjadinya tulang belakang yang bengkok tersebut.

Dokter akan menilai seberapa besar derajat kemiringannya dan akan dianalisa apa penyebab dari kemiringan tersebut. Beberapa penyebab skoliosis adalah: genetik, post trauma, degenerasi, skoliosis karena penyakit tertentu, dan posisi tubuh yang salah. Penanganan skoliosis dapat dilakukan secara konservatif maupun operatif. Tindakan operatif disarankan bila secara konservatif tidak dapat membantu.

Tindakan konservatif dapat dilakukan dengan:

Physical therapy, (misalnya, rehabilitasi medis, physiotherapy, dan tentunya chiropractic). Terapi ini bertujuan untuk membantu tubuh memunyai keseimbangan antara kerja otot, sendi, dan saraf. Pemakaian alat-alat bantu dan teknik koreksi (adjustment) pada tulang belakang (chiropractic) akan memaksimalkan pergerakan pada sendi tersebut.

Penggunaan brace (penyangga), untuk menopang bagian tubuh yang lemah. Untuk penggunaan brace disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Penahan sakit topical, misalnya anti-inflamatory cream. Pemilihan obat penahan sakit topical sangat tergantung pada penyebab sakit. Bila mau memakai obat ini disarankan pada penyebab sakit. Bila mau memakai obat ini disarankan konsultasikan ke dokter atau chiropractor terlebih dahulu.

Suplemen untuk otot dan persendiaan, seperti magnesium yang dapat membantu merelaksasikan otot, vitamin C untuk menurunkan inflamasi di dalam tubuh, dan glukosamin untuk membantu persendian.

Bergerak dengan melakukan olahraga dan perengangan, seperti berenang, pilates, dan strecthing. Bila dilakukan secara rutin dapat membantu mengendalikan sakit yang disebabkan oleh inflamasi. Strecthing disarankan dilakukan di sela aktivitas sehari-hari. Biasakan lakukan stretching selama 5 menit setiap 1 jam bekerja.

Sumber: Majalah Nirmala Edisi 16 Nov-15 Des 2012