Apa itu chiropractic? Takut dengan chiropractic bahkan ragu akan pengobatan masa kini yang satu ini?

Berikut liputan mengenai acara Seminar and Open Day Biomechanical Medicine.
seminarchiropracticuntukscoliosis

 

Pada hari Sabtu, 1 Juni 2013, dr Tinah Tan hadir di acara Seminar dan Open Day Biomechanical Medicine Course sebagai pembicara utama seminar. Acara dibuka tepat pada pk 10.30 oleh Drs. Aloys Widyarto, B.Ph, L.Ph selaku Kepala Sekolah Biomechanical Medicine Course, sekolah chiropratic di Indonesia. Setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dr. H. Sukarto SpKP, selaku Ketua PERCHIRINDO (Perhimpunan Chiropraksi Indonesia). Beliau turut juga menjelaskan tentang chiropractic dan sekilas tentang peranan chiropractor di Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan materi utama yang dibawah oleh dr. Tinah yang bertemakan “Chiropractic untuk Skoliosis”.

Dalam seminar kali ini, dr. Tinah menjelaskan penyakit skoliosis dari sisi chiropractic. Skoliosis bisa diatasi dengan berbagai cara operasi dan konvesional, salah satunya chiropractic. Chiropractic, sebagai salah satu terapi yang bisa menyembuhkan penyakit skoliosis. Dr. Tinah berbagi kisah beberapa kasus skoliosis yang ditanganinya dalam 12 tahun perjalanannya sebagai seorang chiropractor.

“Kelainan tulang belakang yang membengkok atau skoliosis bisa menyebabkan berbagai penyakit, karena pada tulang belakang kita terdapat banyak sekali saraf-saraf yang mengatur kerja organ tubuh.” tutur chiropractor wanita pertama di Indonesia ini. Oleh karena itu penting sekali untuk segera menangani skoliosis ini sedini mungkin.

Dr. Tinah menyampaikan betapa pentingnya untuk menjaga tulang belakang kita, terutama untuk anak. Pada masa pertumbuhan anak seringkali tidak menyadari memiliki kebiasaan duduk, berdiri, dan berjalan yang salah. Kebiasaan-kebiasaan ini bisa mempengaruhi perkembangan tulang belakangnya. Walaupun tidak mengalami skoliosis, chiropractic berguna sekali untuk membantu anak pada masa pertumbuhan supaya tulang belakang dan postur anak tetap terjaga dan tumbuh dengan baik.

Dalam sesi tanya jawab dengan peserta seminar, dr. Tinah menyarankan beberapa tips untuk mencegah skoliosis dengan berolahraga berenang, bisa juga melakukan yoga atau pilates. Selain itu, tips yang paling penting namun seringkali dilupakan adalah nutrisi untuk tubuh. Dr. Tinah juga mengingatkan untuk melakukan spinal check atau cek tulang belakang minimal sebanyak 2 kali dalam setahun di klinik chiropractic untuk mengetahui kondisi kesehatan tulang belakang kita.

Selain seminar, para undangan diajak untuk mengenal lebih dekat Biomechanical Medicine Course, sebuah institusi pendidikan chiropractic di Indonesia yang bekerjasama dengan ITM Australia. Kebutuhan dokter chiropractic di Indonesia terbilang cukup tinggi, namun sumber daya dokternya masih sangat minim. Maka dari itu diharapkan dengan adanya Biomechanical Medicine Course di bawah naungan PERCHIRINDO bisa semakin banyak mencetak lulusan chiropractic lokal sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa mengenal dan merasakan manfaat chiropractic.