Koreksi sendi dan saraf dibarengi kebiasan baik untuk tubuh yang bekerja secara optimal.

Statistik menyebutkan, 50 persen pengguna komputer punya keluhan sakit pinggang. Kursi, meja, dan cara duduk yang tidak benar adalah penyebabnya. Memegang gagang telepon dengan tidak benar juga bikin sakit leher. Ini yang menyebabkan mereka perlu berhubungan dengan praktisi kiropraktik atau kiropraktor.

Shinta Dewi, warga Rawamangun, Jakarta Timur, mengalami sakit di tulang belakang bagian bawah, di lumbal 4 dan 5. la sering mengalami sakit pada pinggang. Rasa sakit menjalar ke kaki bagian bawah, hingga terasa baal. Berjalan tidak enak, duduk apalagi. la sempat berobat ke dokter dan menjalani fisioterapi sebanyak 12 kali. Sayangnya, semua itu tak memberi perubahan berarti.

Shinta kemudian mencoba pengobatan kiropraktik Dr. Tinah Tan. Pada pertemuan pertama, Shinta diminta untuk rontgen. “Setelah dua kali dikoreksi oleh Dr. Tinah, saya merasakan adanya peningkatan. Rasa nyeri berkurang, sehingga dapat berjalan dan duduk agak lama. Pada pengobatan ke-3 dan 4, rasa baal hilang. Pengobatan selanjutnya dilakukan sebulan sekali, yang sebelumnya sekali dalam seminggu,” tutur Shinta.

Terapi kiropraktik dan latihan stretching yang diajarkan Dr. Tinah membuat sakit yang dirasakan Eny Restanti di tulang belakangnya lenyap. Demikian juga dengan Dr. Arleen Yulia, warga Ciracas, Jakarta Timur, yang mengalami susah buang air besar selama 40 hari. Menurut Dr. Arleen, ia sudah mengonsumsi obat pencahar serta makan buah dan sayur yang kaya serat, tetapi hasilnya nihil. Lalu, ia mengunjungi tempat praktik Dr. Tinah. Didiagnosis dengan kiropraktik, ia disebut mengalami gangguan pada tulang pinggul. Itulah yang membuat dirinya susah buang air besar(BAB). Berkat rutin menjalani pengobatan kiropraktik, ia sudah bisa BAB kembali secara teratur.

Menormalkan Posisi. Kiropraktik adalah metode pengobatan untuk membetulkan persendian. Menurut Dr. Tinah, sistem saraf mengontrol fungsi setiap sel, organ, dan sistem tubuh. Karena itu, kiropraktor memusatkan perhatian pada sistem saraf secara menyeluruh. Otak dan saraf tulang belakang (spinal cord), kata Dr. Tinah, dilindungi oleh tengkorak dan tulang belakang. Berkurangnya pergerakan salah satu sendi tulang belakang akan mengiritasi sistem saraf. Iritasi ini menyebabkan penurunan suplai neuron ke jaringan dan organ, sehingga mengakibatkan fungsi jaringan dan organ tidak optimal.

“Penurunan fungsi ini dinamakan vertebra subluxation complex. Subluksasi adalah sendi tulang yang tidak bergerak dengan normal,” kata ibu 3 anak ini. Kiropraktik dapat mendeteksi tujuh lokasi yang menyebabkan sakit di leher atau pundak Setelah anamnesis, dilakukan pemeriksaan curva tulang belakang pada leher, pergerakan antara sendi tulang belakang, dan mengukur tingginya pundak. Dalam praktiknya, Dr. Tinah melakukan pemeriksaan dengan seksama untuk mengetahui fungsi sendi, otot dan saraf. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya subluksasi (sendi yang bergerak tidak normal), perlu dilakukan koreksi secara kiropraktik. Koreksi berarti membantu tulang dan sendi ke posisi normal, menormalkan gerakan, dan menghilangkan iritasi yang kadang menyebabkan sakit dan malafungsi organ yang didiamkan terlalu lama.

Ada banyak cara mengoreksi tulang belakang. “Dokter kiropraktik menggunakan tangan atau alat yang didesain khusus untuk mengoreksi sendi yang bermasalah. Dokter kiropraktik menyesuaikan teknik yang digunakan dengan usia pasien dan kasus yang ditanganinya. Koreksi membantu menormaikan fungsi tulang belakang dan menghindarkan kerusakan jaringan di kemudian hari. Jika fungsi saraf kembali normal, tubuh akan menyembuh dengan sendirinya (self healing),” paparnya.

Bagaimana kita tahu sendi tubuh berkurang pergerakannya? Dengan melihat postur tubuh yang asimetris, seperti pundak atau pinggang tidak sama tinggi, leher kaku atau tegang, ada rasa sakit atau kaku pada tubuh. Juga bila sakit pada posisi tertentu atau saat melakukan gerakan tertentu, dan sakit di pagi hari, walaupun sudah beristirahat cukup lama. Yang bisa menyebabkan subluksasi apabila posisi tidur, duduk atau berdiri yang tidak benar. Juga karena proses melahirkan, trauma (kecelakaan), mengangkat barang dengan posisi tidak benar, atau olahraga yang tidak sesuai.

Subluksasi tak selalu menyebabkan rasa sakit, sehingga biasanya orang tidak terlalu peduli. Padahal, subluksasi akan menimbulkan kerusakan tubuh yang lebih besar dan pada saat itulah orang tersebut baru merasakan sakit. Dari penelitian diketahui bahwa tubuh punya cara untuk menyembuhkan secara natural. Dengan mengoreksi sistem tubuh yang tidak benar (dalam hal ini sendi dan saraf), memungkinkan tubuh bekerja optimal.

Postur Tubuh Baik. Tulang belakang merupakan penyangga tubuh, pelindung saraf, pembuluh darah, dan organ-organ tubuh. Aktivitas sehari-hari menentukan bagaimana tubuh terpakai. Menurut data United Kingdom Back Care, 50 persen pekerja yang menggunakan komputer mengeluhkan sakit di pinggang. Kursi, meja, dan cara duduk yang tidak benar merupakan penyebabnya. Selain sakit di pinggang, posisi kursi dan postur tubuh yang tidak benar bisa mengakibatkan sakit di leher dan punggung. Salah satu penyebab sakit leher bisa karena cara menerima dan memegang telepon dengan tidak benar. Posisi tersebut bisa menyebabkan ketidakseimbangan pada otot-otot leher.

Pemilik Klinik Citylife Chiropractic, Kelapa Gading, Jakarta Utara ini menganjurkan penderita sakit di pinggang untuk memilih kursi dan meja yang sesuai dengan tinggi badan, sehingga dapat bekerja tanpa membuat kepala dalam posisi menunduk atau menengadah.

Solusinya, berusahalah untuk duduk tegak dengan memperhatikan garis jatuh antara telinga, pundak, dan pinggul berada dalam satu garis lurus. Jangan duduk sepanjang hari, bangun dan lakukan peregangan setiap 30-45 menit. Perhatikan monitor setinggi pandangan mata. Bila diperlukan, gunakan reading stand untuk menyangga buku.

Kebiasaan baik lain, perhatikan keyboard atau penggunaan mouse, sehingga pergelangan tangan tidak dalam keadaan tertekuk. Hindari pekerjaan dengan posisi tangan di atas kepala untuk jangka waktu lama. Angkatlah barang sesuai dengan kekuatan.

Beberapa hal yang membantu meringankan sakit, yakni angkatlah barang sesuai kemampuan. Jangan duduk dalam waktu lama, lakukan peregangan setiap 20-30 menit. Jangan gunakan kursi yang terlalu empuk karena dapat memperburuk kondisi tubuh.

Hindari juga pemakaian sepatu berhak tinggi karena dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan kaki. Sebisa mungkin, jangan berdiri dengan hanya bertumpu pada salah satu kaki, tumpuan harus berada di kedua kaki.

Saat menyetir mobil, gunakan sabuk pengaman untuk menghindari cedera di tulang leher. Sesuaikan posisi kursi, bersikaplah rileks, dan hindari stres tinggi.

Kebiasaan di rumah juga harus diperhatikan, seperti hindari membaca di tempat tidur kalau tidak mempunyai bantal yang bisa menyangga punggung dengan benar. Usahakan kekerasan matras sesuai dengan tubuh. Saat bangun dari tempat tidur, miringkan tubuh, tekuk kedua lutut ke arah dada dan turunkan kedua kaki ke lantai, lalu angkat tubuh dengan dibantu lengan.

Menurut Dr. Tinah, bangun dalam posisi benar membuat leher dan pinggang dalam posisi tegak dan mencegah tarikan otot yang tidak perlu. Usahakan tidak tidur tengkurap karena akan membuat leher dalam posisi terputar dalam jangka waktu lama. Lalu, jangan tidur dengan satu tangan atau kedua tangan di atas kepala.

Pilih bantal yang sesuai dengan leher dan lebar pundak. Kalau kebanyakan tidur dengan posisi miring, pilih bantal yang selebar bahu, sehingga leher dalam keadaan lurus.

Dr. Tinah juga menganjurkan untuk melakukan stretching (peregangan) rutin setiap hari, dengan perlahan, tidak menghentak. Olahraga ringan dapat membantu meningkatkan kekuatan otot seperti bersepeda, jalan, ataupun berenang sekitar 30 menit setiap hari.

Kapan ke Kiropraktik

Menurut Dr. Tinah, ada beberapa hal mengapa Anda perlu ke kiropraktor, yakni apabila mengalami:

  • Sakit kepala, terutama disekitar tengkuk dan dahi.
  • Sakit pinggang, menjalar ke kaki atau tidak.
  • Sakit ditubuh yang tidak ada diagnosisnya.
  • Kesemutan, baal yang lama dan terus menerus.
  • Nyeri di sekitar bahu depan dan belakang.
  • Migrain (sakit kepala sebelah).
  • Masalah di persendian tulang punggung.
  • Nyeri di lengan dan kaki.
  • Sciatica (nyeri/kaku di daerah pantat).
  • Perut kembung dan sembelit pada anak.
  • Kerusakan pada persendian.
  • Masalah mengompol pada anak.
  • Lutut sakit.
  • Pencegahan epilepsi, bayi dilahirkan dengan bantuan alat vakum.

 

Satu-satunya Wanita di Indonesia. Dr. Tinah Tan adalah alumnus FK Universitas Atma Jaya, Jakarta, tahun 1995. Tahun 1997 2000, Dr. Tinah melanjutkan studi mengenai kiropraktik di Universitas RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology) Melbourne, Australia, dan dianugerahi penghargaan Golden Key Honor Society. Setelah lulus dari Universitas RMIT, ia membuka praktik di Melbourne. Menurutnya, setiap pulang ke tanah air, banyak handai taulan dan keluarga yang ingin mencoba pengobatan kiropraktik. Banyak pasien yang mengusulkan agar ia membuka praktik pribadi di Jakarta. Tahun 2001, ia mendapat izin praktik dari Depkes, yang mencantumkan kiropraktik di bawah pengobatan tradisional. Saat itulah ia memberanikan diri membuka praktik pengobatan kiropraktik. Ia menjadi Perempuan Indonesia Pertama yang beroperasi sebagai kiropraktor dan terdaftar di Perhimpunan Chiropraksi Indonesia (Perchirindo).

 

Sumber: Senior Gaya Hidup Sehat, 18 Juni 2007