Dokter chiropractor wanita pertama di Indonesia, dr. Tinah Tan mengenalkan chiropractic care sebagai salah satu kebutuhan masa kini.

DSC_1835

Chiropractic adalah metode pengobatan berbagai penyakit melalui tulang belakang. Di Indonesia, metode ini belum banyak orang tahu. Dr. Tinah Tan, FICC B. Med B. App. Sc B. Chiro. Sc  adalah chiropractor (pelaku chiropractic) perempuan pertama di Indonesia. Karier profesionalnya sebagai dokter chiropractic dimulai di Southern Chiropractic Clinic, Moorabbin, Victoria, Australia pada 1998. “Profesi ini bukannya jarang diminati, tapi masih cukup baru di Indonesia. Kebanyakan chiropractor yang berada di Indonesia adalah chiropractor asing,” ucap Tinah.

Kata chiropractic sendiri berasal dari Yunani, yakni chiros dan practos atau seseorang yang berpraktik dengan tangan. “Ilmu chiropractic merupakan complimentary medicine yang mempunyai filosofi tubuh memiliki kemampuan yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri,” terang Tinah.

Agar tubuh dalam keadaan optimum, tentu harus mempunyai sistem yang baik. Salah satunya neuromusculoskeletal system atau susunan saraf, otot, dan tulang. Nah, tugas seorang chiropractor lah untuk memberi diagnosa. “Apa yang menjadi keluhan pasien, kami akan melakukan pemeriksaan dan menegakkan diagnosa. Setelah diagnosa ditegakkan, baru diberikan penanganan.”

Penanganan chiropractic , sebut Tinah, melingkupi pengoreksian sendi tulang belakang secara alami. “Biasanya pakai ice pack atau suplemen. Banyak kasus sebenarnya terjadi karena lifestyle. Maka, kami juga wajib memberikan spinal education, yakni cara menjaga tulang belakang dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya, posisi duduk yang benar, mengangkat barang yang benar agar tidak mencederai tulang belakang.”

Ketertarikan Tinah akan chiropractic memang bermula di Melbourne, Australia. “Saya dapat informasi tentang metode penyembuhan penyakit pinggang (low back pain), migrain dan sakit kepala tanpa obat. Saya langsung tertarik, dan memang saat itu belum pernah terdengar di Indonesia. Sejujurnya saya masuk Fakultas Kedokteran karena kepengin tahu saja. Tubuh manusia diciptakan dengan sangat bervariasi. Semakin dalam mempelajarinya timbul rasa takjub akan ciptaan Tuhan.”

Pemegang Rekor MURI

Kepedulian Tinah terhadap chiropractic kemudian disalurkannya lewat menjadi pembicara di berbagai seminar kesehatan tulang belakang. Lalu, “Bekerja sama dengan Departemen Kesehatan saya membuat program kurikulum Assistant Chiropractic. Juga membuat program Conversion Program dari dokter umum untuk mempelajari chiropractic .”

Atas dedikasinya Tinah dianugerahi berbagai penghargaan, antara lain Golden Key International Honour Society, Felowship in the International College of Chiropractors (sebagai pelopor pendidikan chiropractic di Indonesia) dan MURI (sebagai chiropractor perempuan pertama di Indonesia). Toh, Tinah tetap rendah hati. “Saya berusaha melakukan yang terbaik. Penghargaan yang saya terima ini karena Tuhan sangat baik pada saya dan keluarga,” ucapnya.

Saat ini, Tinah bersama dr. Sukarto, SpKp mendirikan Sekolah Chiropraksi pertama di Indonesia. “Saya mendapat tugas dan menjadi kewajiban saya membawa profesi ini dikenal di Indonesia,” katanya sambil menjelaskan beberapa kurikulumnya. “Kurikulum sekolah Chiropraksi di Indonesia bernama Biomechanical Medicine, bekerja sama antara Pusdiklat Perchirindo, Asosiasi Chiropractic di Indonesia dengan ITM, Melbourne. Para dokter umum bisa masuk ke sekolah ini dalam 3 semester atau 18 bulan.”

Selama mengembangkan ilmu ini di Indonesia, Tinah mengaku banyak merasakan suka ketimbang duka. “Ternyata banyak sekali orang-orang yang membutuhkan chiropractic care . Masyarakat Indonesia cukup responsif dengan metode chiropractic yang tanpa menggunakan obat dan operasi.”

Saat ini, Tinah berharap bisa memperluas lagi keberadaan chiropractic di berbagai wilayah Indonesia. “Saya harap pendidikan chiropractic ini bisa menghasilkan dokter chiropractic bertaraf international.”

 

Oleh : Noverita K. Waldan
Sumber : Tabloid NOVA 1260/xxv Edisi 16-22 April 2012