“Pesan chiroprator yang selalu saya ingat  adalah just listen to your body. Sakit tulang punggung menahun menyebabkan saya harus berkali-kali operasi, bergantung pada obat pain killer hingga terancam harus memasang pen. Saya merasakan hidup kembali, bebas dari semua hal tersebut.”

FatmahAndriani_0Kisah ini diawali ketika sakit tulang punggungku kambuh semakin parah sejak awal tahun 2009. Penyebab utamanya adalah kecelakaan yang terjadi di tahun 2000. Aku jatuh tergelincir dari tangga di rumah dalam posisi duduk, dari ketinggian kurang lebih 1 m. Rasa sakit yang luar biasa kurasakan seketika. Kucoba mengatasi sendiri dengan memberi obat gosok sampai rasa sakit tersebut lama-kelamaan menghilang, dan kuputuskan untuk tidak memeriksakan ke dokter.

Setahun setelah kecelakaan itu kaki kananku mulai terasa sakit. Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu dan rasa sakit itu kian menjadi, dan mulai menjalar sampai ke punggung belakang. Aku berobat ke dokter spesialis saraf dan menjalani beberapa terapi sambil minum obat-obatan. Sampai akhirnya karena tak kunjung sembuh, sementara menurut hasil MRI saat itu ada penjepitan saraf yang luar biasa akibat kecelakaan tersebut, pada tahun 2002 dokter memutuskan harus operasi. Operasi berlangsung selama hampir 5 jam, sampai akhirnya berangsur-angsur kurasakan nikmatnya hidup tanpa rasa sakit.

Tetapi setahun kemudian perlahan-lahan “The back pain” yang kukira telah hilang perlahan mulai kembali terasa dan mengganggu aktivitas harianku. Ditambah dengan seringnya aku menjalani operasi-operasi di kandungan dan perut, yang kualami selama tahun 2004-2008, penderitaanku terasa bertambah parah.

Pada awal tahun 2009 kucoba untuk konsultasi ke dokter spesialis ortopedi. Dan berdasarkan hasil MRI terakhir yang dilakukan , dokter menyatakan bahwa pada L3 dan L4 ku harus dipasang “pen”. Sedih rasanya mendengar berita itu, karena akan merupakan pengalamanku operasi yang ke 10. Aku harus memperoleh kepastian. Kucoba “second opinion” ke 2 dokter ortopedi di 2 rumah sakit yang berbeda, namun hasilnya sama bahwa aku harus menjalani pemasangan pen di tulang.

September 2009, kuputuskan untuk mencari alternative opinion ke Singapura. Di sana dilakukan MRI ulang oleh dokter ortopedi dan ternyata operasi pemasangan pen tidak perlu dilakukan dulu. Dokter menyarankan untuk dilakukan ephydural injection  yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan hydro therapy. Aku setuju dan berencana mengatur waktu untuk lebih lama tinggal di Singapura.

Awal Oktober 2009, dalam rangka persiapan ke Singapura, aku memperoleh informasi tentang “Chiropractic” dari seseorang yang menyarankan agar mencoba dahulu pengobatan ini karena sama sekali tanpa obat-obatan apalagi operasi. Dari website kuketahui bahwa chiropractic  merupakan suatu alternatif pengobatan yang menggunakan cara koreksi terhadap tata letak terutama tulang belakang.

Prinsip kerjanya ialah apabila setiap unsur dalam tubuh kita berfungsi dengan baik, maka tubuh ini akan dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Dengan chiropractic  diharapkan fungsi-fungsi tubuh yang tidak normal akan terkoreksi.

Tepatnya pada tanggal 3 Oktober dilakukan pemeriksaan awal oleh Chiropractor  di Citylife Chiropractic sambil melihat hasil MRI terakhir. Pada saat itu juga Chiropractor menyatakan bahwa keadaan sakitku berada pada level advance karena beberapa alasan utama yaitu :

  1. Penyebab utama jatuh dari ketinggian
  2. Pernah operasi
  3. Sudah berlangsung selama 7 tahun. Aku memerlukan minimal 2 paket (24x terapi) untuk pulih.

Aku setuju untuk mencoba dan langsung mengambil 2 paket. Terapi dimulai 3x seminggu selama sebulan. Chiropractor melakukan koreksi terhadap tulang-tulangku tanpa menggunakan alat apapun selain kedua tangannya. Selanjtunya dilakukan sound therapy  untuk melemaskan otot-otot dan sendi. Yang kurasa ajaib adalah baru 2x terapi aku sudah dapat melepas obat pain killer  yang sangat sering kupakai untuk mengatasi rasa sakitku.

Setelah sebulan, Chiropractor  menganjurkan untuk berenang sebagai terapi tambahan. Rasanya senang sekali karena memang sudah sangat lama aktivitas olahragaku terhalang oleh sakit dan begitu mulai berenang secara rutin maka penyembuhan pun terasa semakin cepat. Terapi mulai dikurangi menjadi 2x seminggu, sementara aktivitas olahraga pun mulai dapat ditambah dengan yoga, aerobic dan treadmill. Pesan Chiropractor  yang selalu kuingat adalah “just listen to your body” dan jangan malas melakukan stretching  setiap saat terutama ketika baru bangun tidur. Jaga sikap tubuh dalam setiap keadaan. Jangan terlalu lama berada pada satu sikap seperti duduk atau berdiri. Setelah 2 minggu, terapiku dikurangi menjadi 1x seminggu, kemudian 2 minggu sekali, 3 minggu sekali dan kini sudah sampai pada tahap maintenance di mana hanya dibutuhkan terapi sebulan sekali saja.

Kini semua rasa sakit itu telah berlalu dan semoga tak akan pernah datang lagi. Aku dapat melakukan olahraga kesukaanku sambil beraktivitas normal kembali. Saya merasa seperti mulai hidup baru di usia 49 ini. Terima kasih chiropractic.

– Fatmah Andriani