Saraf Terjepit Harus Operasi ?

Sudah beberapa kali, saya (wanita, usia 32 tahun) mengalami kaku di daerah leher sampai punggung yang rasanya sangat sakit jika digerakkan atau untuk mengangkat beban.

Seorang dokter pernah mengungkapkan kecurigaan adanya saraf terjepit di bagian tulang leher. Saya tidak memeriksakan penyakit saya lebih lanjut, karena takut harus operasi jika benar-benar ada saraf yang terjepit. Selama ini, jika terasa sakit, saya hanya mengurut bagian yang sakit, membalurkan minyak panas, atau kerokan.

Belakangan, gangguan ini makin sering terjadi. Saya khawatir, benarkah ada saraf yang terjepit? Apa akibatnya kalau keluhan saya ini tidak diobati? Penanganan apa saja yang bisa diberikan pada penderita saraf terjepit?

Nur Kusumawati, Palembang

 

Dr. Tinah Tan, B. Med, B.App.Sc, B.Chiro.Sc, FICC Medical Director Citylife Chiropractic

Dr. Tinah Tan, B. Med, B. App.Sc, B. Chiro.Sc, FICC – Medical Director Citylife Chiropractic

Ibu Nur tidak perlu terlalu khawatir karena tidak semua sakit di leher masuk kategori saraf terjepit. Beberapa kasus bisa disebabkan oleh kelainan bentuk tulang karena faktor bawaan. Kemungkinan lain adalah myofascial pain syndrome, yang ditandai oleh kekakuan otot akibat penggunaan otot terus-menerus (overuse syndrome) atau kesalahan postur tubuh misalnya saat bekerja dengan komputer sehingga otot tersebut menekan susunan saraf tepi dan menimbulkan rasa sakit di area leher.

Dapat juga rasa sakit itu karena iritasi di beberapa persendian tulang belakang (facet syndrome), biasanya karena hentakan di bagian kepala, atau karena tulang belakang atau leher terlalu banyak dalam posisi ekstensi, persendian tulang yang tidak bergerak dengan normal (subluxasi), atau osteoartritis yang menyebabkan pergerakan sendi tulang belakang menjadi tidak maksimal dan menimbulkan inflamasi di sekitar jalur keluar saraf di area leher yang menyebabkan kekakuan atau rasa sakit.

Rasa sakit yang Ibu alami ketika otot digerakkan atau mengangkat beban, bisa jadi penyebabnya adalah kekakuan otot atau proses inflamasi tersebut. Perawatan di rumah yang bisa Ibu lakukan saat terjadi inflamasi adalah dengan memberikan kompres es, yang dilakukan secara on-off, masing-masing selama 5 menit, sampai inflamasi teratasi, atau gunakan obat anti inflamasi.

Jika penyebab rasa sakit adalah otot yang kaku, gunakan kompres hangat di sekitar otot pundak, tapi tidak ke arah tulang belakang. Kerokan tidak disarankan, karena dapat mengiritasi tubuh. Efek enak dari kerokan biasanya hanya sesaat, karena rasa sakit ditutupi oleh gesekan dari kerokan. Belum lagi, tubuh Anda akan butuh waktu ekstra untuk pulih dari iritasi karena kerokan tersebut.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan saraf terjepit ? Di setiap segmen tulang belakang ada lubang tempat keluarnya susunan saraf pusat (SSP) yang disebut intravertebra foramen (IVF). Saraf terjepit terjadi jika ada yang menekan saraf dalam jalur perjalanannya. Ini bisa terjadi kalau lubang tempat keluarnya saraf – ada di setiap segmen tulang belakang – mengecil disebabkan adanya pengapuran, atau ada penekanan dari bantalan tulang belakang (disc).

Tentu saja, untuk memastikan benar tidaknya ada saraf terjepit perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yang meliputi pemeriksaan fisik (gerak persendian tulang belakang), pemeriksaan saraf untuk mengetahui kondisi sensorik, motorik, dan reflex, pemeriksaan radiografi untuk melihat struktur tulang belakang, termasuk keadaan lubang jalan keluar saraf dan tingginya bantalan tulang. Pemeriksaan lain adalah MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat detil struktur otot, tulang, dan saraf, juga pemeriksaan dengan EMG (elektromiografi) untuk memastikan bahwa kekuatan otot yang dilalui oleh saraf yang terjepit masih dalam batas normal.

Penanganan untuk kasus saraf terjepit bermacam-macam. Ada pengobatan dengan anti inflamasi atau physiotherapy yang akan dimonitor dalam jangka waktu tertentu, dan bila tidak ada kemajuan, bisa disarankan untuk dioperasi.

Tapi, sekarang juga sudah banyak dikenal terapi komplementer, salah satunya adalah chiropractic. Untuk terapi chiropractic, sebelumnya akan dilakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Jika penekanan saraf terjadi karena struktur otot dan sendi, maka akan dilakukan terapi untuk melepaskan sumber penekanan tersebut (adjustment), tanpa memakai obat dan juga tanpa operasi. Pilihan terapi lainnya adalah herbal medicine, akupuntur, akupresur, dan osteopati. (N, Majalah Nirmala Edisi November 2011)